EBRU: Seni Melukis di atas Air.

[smartslider3 slider=3]

Bismillahirrahmanirrahim.

Pernah mendengar pepatah “belajar waktu tua bagai melukis di atas air”? Jika Anda menganggap itu mustahil, berhentilah beranggapan demikian dan mari kita mengenal seni melukis di atas air yang incredible: Ebru.

Adalah seni Ebru, seni melukis di atas air yang sudah dikenal sejak lama di dataran Cina, Persia dan Anatolia. Banyak dipakai pada jilidan buku, Kaligrafi, bahkan kain. Prosesnya terlihat sederhana, hanya air yang sedikit kental di dalam loyang, cat warna alami yang dibentuk meliuk-liuk di atasnya, lalu selembar kertas disimpan di atasnya, dan voala…! air yang penuh warna tadi kembali bening dan lukisan tadi sudah berpindah ke atas kertas.

Di dalam dunia Kaligrafi, pemakaian kertas yang bercorak ebru ini sangat banyak sekali ditemukan berdampingan dengan karya-karya maestro kaligrafer klasik dunia, berfungsi sebagai hiasan pinggiran seperti ornamen, ataupun ebru bertindak sebagai media ditulisnya karya-karya kaligrafi mereka sendiri, dengan men‘taqhir’ kertas ber-ebru tadi.

Di Indonesia, seni Ebru ini terbilang belum begitu dikenal, hadirnya klasiqia.com ingin mengenalkan lebih jauh lagi salah satu seni klasik warisan dunia ini kepada masyarakat Indonesia, dengan memproduksi karya-karya Ebru untuk bisa bersanding dengan karya-karya kaligrafi klasik goresan kaligrafer-kaligrafer Indonesia yang bergeliat di kancah nasional bahkan internasional.

Şebek Mehmet EfendiAnda merasa susah belajar karena sudah berumur? jangan terlalu menghiraukan pepatah diatas, walaupun terlihat seperti sulap, air tetap bisa dilukis, menghasilkan karya yang indah dan menawan. “Tuntutlah ilmu mulai dari buayan hingga ke liang lahat”.

 

 


 

Berikut adalah contoh karya-karya kaligrafi yang dihiasi dengan Ebru: